Cari Blog Ini

Minggu, 05 Juni 2011



newborn1

Bagaimanapun kondisi biologis dan jiwa orangtua, kasih sayang dan kelembutan adalah hak yang setiap hari didambakan anak. Berikanlah selalu anak anda kecupan selamat malam, walaupun mereka telah tertidur (widodo judarwanto, 2009)

  • Anak adalah untuk zaman yang akan datang,bukan untuk zaman kita.Salahlah pendidikan orang tua yang hendak memperbuat anaknya seperti mereka juga. ( Hamka).
  • “anda akan mengenali orang ini lebih dari yang orang lain tahu”
  • “Jika anda bisa memberikan putra atau putrid anda sebuah hadiah, biarkanlah itu sebuah semangat”
  • Anak bagaikan pohon rambat. Jika pohon rambat dibiarkan tumbuh sekehendak hatinya, maka akan tumbuhlah ke segala arah, tanpa tujuan, tak sedap dipandang dan akan mengganggu manusia di sekitarnya. Tapi jika diarahkan bahkan dibentuk, maka akan tumbuhlah sesuai dengan apa yang kita arahkan, maka keindahan yang terpancar dari tanaman itu akan berguna dan memukau orang disekitarnya. Maka rangkailah anak kita dengan jiwa seni, kasih sayang dan kelembutan, maka tanaman rambat itu akan menjadi bukan sekedar tanaman rambat.
  • Anda memiliki waktu seumur hidup untuk bekerja, Namun anak-anak hanya memiliki masa kecil sekali
  • “ sementara kita berusaha mengajari anak-anak kita pelajaran tentang hidup Anak-anak kita mengajari kita apa kehidupan itu.”
  • “Hal-hal terbaik yang dapat anda berikan kepada anak-anak selain tingkah laku yang baik adalah kenangan yang indah.”
  • “Bayi terlahir ke dunia dengan kebutuhan akan dicintai dan tak akan pernah berubah.”
  • “Bayi-bayi yang terlahir adalah salah satu cikal bakal akan adanya manusia-manusia di dunia.”
  • “Keluarga yang memiliki bayi dan yang tidak saling mengasihani satu sama lain.”
  • “Apa yang selalu dilakukan ibu dan ayah yang baik sesuai dengan insting nya untuk bayi mereka adalah selalu yang terbaik dari apapun juga.”
  • “Keluarga adalah satu dari banyak nya keagungan karya alam.”
  • Peliharalah anak-anakmu dan perbaikilah budi pekerti mereka.Sesungguhnya anak-anak itu adalah hadiah Allah kepadamu. ( maksud hadis ).
  • Apabila mati seseorang anak Adam, terputuslah amalannya kecuali tiga perkara,sedekah jariah,ilmu yang diambil orang manfaatnya dan anak yang soleh mendoakannya. ( Maksud hadis ).
  • Anak yang ditinggalkan ayah jarang yang tidak luka jiwanya sampai besar. (pepatah Melayu).
  • Sewaktu kecil anak-anak lelaki menjadi perhiasan mata kerana lucunya,kerana dia tupuan harapan,maka setelah dia besar, dia menjadi kebanggaan kerana kejayaan hidupnya. ( Hamka).
  • Ikhlas dan sejati akan bertemu di dalam senyuman anak kecil,senyum yang sebenarnya senyum,senyum yang tidak disertai apa-apa. ( Hamka ).

Rabu, 25 Mei 2011


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mamauntuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…

Selasa, 10 Mei 2011

Curahan Hati Seorang Ibu


Curahan Hati Seorang Ibu – Apabila aku sudah tua, sudah bukanlah aku yang dulu, harap mengertilah aku, hadapilah aku dengan sabar. Apabila aku dengan tidak sengaja tumpahkan sup di badan sendiri, apabila aku lupa bagaimana untuk mengikat tali sepatu, pikirkanlah dulu waktu kamu kecil bagaimana aku mengajarkan kamu dengan sabar untuk semua itu.

Apabila aku sekali demi sekali bertanya dengan pertanyaan yang telah membuatmu bosan, harap kamu dapat bersabar dan mendebgarkan kata-kata ku, jangan putuskan pembicaraan aku, waktu kamu kecil, aku tidak dapat untuk tidak mengulang cerita untuk kamu sampai beribu kali, sampai kamu tertidur dengan lelap…

Apabila aku perlu kamu untuk memandikan aku, tolong jangan kasar terhadap aku, masih ingatkah waktu kamu kecil, dengan berbgai caraaku membujukmu hanya sekedar untuk memandikanmu… mash ingatkah kamu akan hal itu ?

Apabila apapun yang aku lakukan salah, tolong jangan ketawa dan salahkan aku, pikirkanlah dulu aku dengan sabar menjawab pertanyaan kamu di waktu kecil juga sering diawali dengan kata “kenapa”.

Apabila diwaktu aku sudah tak mampu untuk bergerak, berjalan, aku berharap kamu mau mengulurkan tangan kamu untuk menolong dan memapahku, seperti mana waktu kamu kecil belajar berjalan, aku menjaga setiap langkah kakimu…Apabila aku sudah pikun, sering lupa dengan topik pembicaraan kita, tolong berikan aku waktu untuk mengingat kembali, sebenarnya bagi aku, apapun yang dibicarakan itu tidaklah penting, asalkan kamu ada disamping aku untuk menemani aku dan mendengarkan, aku sudah puas…

Apabila kamu telah melihat aku yang sudah tua, jangnlah kamu bersedih, aku hanya berharap kamu dapat bersabar dengan aku, memahami aku, ingatlah bagaimana dulu waktu kamu kecil, aku mengasuhmu dengan penuh kesabaran, memahami, dan memberikan yang terbaik buat kamu…

Apabila dulu aku telah memberikan kamu kehidupan, menjadikan kamu manusia yang berguna, serta menemani kamu melalui waktu sampai sekarang ini dan sekarang kamu harus temani jalanku sampai detik terakhir. aku berharap kamu dapat memberi aku kasih sayangmu dan senyumanmu, berilah aku kesabaran dan ketabahanmu untukku, maka aku sudah berterima kasih atas semua ini…

Nah teman-teman, suatu hari kita juga akan tua, maka pikirlah orang tua kita yang sangat berjasa.. suatu hari itu juga akan terjadi kepada kita.

Jumat, 22 April 2011

Sahabat, waktu telah mengantarkan kita pada satu titik pemahaman
bahwa di dunia ini tak ada yg abadi

Kini saatnya kita harus berjalan sendiri
Melangkah mengikuti takdir yang telah tergariskan
Dalam ruang dan waktu yang berbeda
Ketika kebersamaan menjadi langka
Ketika canda tawa begitu berharga

Sahabat, semoga waktu tak membuat kita lupa
Bahwa kita pernah ada
Pernah punya cerita
Sahabat, abadilah tercipta lebih dari cinta


Gurun Sendiri

Pada sebuah senja kita bertemu dengan secarik lembar ukhuwah
Dulu, dan itu saat kulihat luka menganga di pipimu
Perlahan luka itu mengering, saat kusepuh saban waktu dengan embun kata,
Sahabat, pergimu meranum luka di jiwa
Aku terhampar lagi pada gurun sendiri,
Waktu tak mampu kutanya saat ia menyeretmu jauh
Senyumku mungkin mengering tanpa wajahmu

Sahabat, sudahlah
Inilah fana, yang bersama akan pergi, yang bertemu akan berpisah
Sambutlah ini bilahan rindu,
Sungguh sepiku terlalu, tanpamu

Jumat, 15 April 2011

Tiada kata-kata lagi yg bisa kurangkai
Tiada ucapan lagi untuk aku ungkapkan Semua telah hilang karna cinta tak pasti
Karna cinta yg tulus dari hati
Aku korbankan seluruh hanya untukMu
Engkau korbankan ketidak pastian
Hingga aku mati
Dariku seluruhnya hanya untukMu
DariMu hanya untukMu
Mana!! mana bukti-bukti ketulusan hati dari diriMu
Tak ada satu cinta,
Kecuali cinta dariMu
Yg Mambuat aku merasa hilang,
Dunia fatarmorgana
Disitu aku hidup bersamaMu
Bukan di dunia ini aku hidup denganMu
Dimalam Yg senja
Sepi langit tak berbitang
Ditutupi awan merah
Aku tak berdaya karna aku tak bisa berfikir lagi
Apa yg harus aku lakukan??
Aku tak ingin habis malam ini jadi malam terakhirKu
Dengan kata-kata terakhirKu
Yg kutulis disebuah kertas
Yg menggambarkan tentang dirimu
Oohhh……
Kekasih hatiku
Teruntuk hati Yg Gelisah

jnagan pernah takut&mengeluh sedikit pun

Jangan mengeluh tentang harimu, disetiap harimu mungkin tak semuanya baik, namun percayalah ada sesuatu yang baik disetiap hari-harimu yang baru dan saat kamu menangis bukan berarti kamu merindukanya, tangisan itu adalah kelegaan bahwa kamu baik-baik saja tanpa dia dan hidup ini memberi ribuan alasan untuk menangis tapi hidup juga memberi puluhan ribu alasan untuk tersenyum, maka jalani hidup apa adanya dan tetap semangat

mimpi selama ny

kita lahir di bumi
meminjam tubuh
ruh serta seluruh jiwa
untuk sebuah tujuan
yang tak juga kita yakini

menjaring musim
seperti nelayan
menjaring ikan
dan ikan itu
semakin musnah
ke lubuk entah
seperti mimpi
yang terbakar
api dari mataku

kita lahir di bumi
meminjam segala
bahkan kata-kata
untuk melukiskan
seluruh rasa
luka,cinta, duka
pada lidah kita
yang patah

namun terus mencari
seperti pengembara
pada gurun yang entah ini
kita dan mimpi
memang tak selalu bertemu
tapi selalu
ada

berani mencoba untuk hal yg tersulit

tumpukan masalah yang menghimpitku tak akan mampu mengecilkanku
sebab aku serupa batu kali yang keras tak mudah tertekan angin

serentetan pujian yang terhujam di wajahku tak akan mampu membesarkanku
sebab aku batu kali yang terpendam di bawah gunung

q juga hidup memilin hidup dan mati q

diputaran gasing
aku ikut berpilin
memilin hidup
juga matiku
biar sempurna
sebagai taufan
yang mengangkat tubuhmu
kelangit luas

jika kau telah sampai
sampaikan pada awan
untuk mengirimi tangisnya
biar kubasuh wajah, tangan
dan ubun-ubun ibundaku
dengan tangisnya yang suci...

Minggu, 03 April 2011

_no judul_

rasa ini ,hanya untuk mu ..
rasa ini tak kan pernah berubah
sampai kapan pun ..
lw pun kw jauh bg q ..
dr mu trasa dekat bgi q
pi semua itu hany rasa seperti sebuah pertemanan diantara kita

Jumat, 18 Maret 2011

sebuah ispiarasi yg q rasakan saat menjadi orang yg lbih baik
dan berguna bgi oarang yg q sayangi .
dan selalu dikenang semua jasa na dan kebaik kan na

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak
dapat berbicara sama sekali.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu
cepat.

Ia menangis saat melihat anaknya adalah pemenangIa girang & bersorak saat melihat kawannya tertawaIa begitu bahagia mendengar kelahiran Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit & kematian.Tetapi ia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.Ia tahu bahwa sebuah ciuman & pelukan dapat menyembuhkan luka HANYA SATU HAL YANG KURANG DARI WANITAyaitu :" DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIRINYA "

Air matamu mengiris hatiku haluskuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucatterlihat ketakutan kehilangan akan nafasmunafasmu yang mengalir dalam nafasku
Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malamterasa getaran menyatu diujung jari-jaritak kuasa menahan gejolak kasihlimpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi
Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilutelah terpatri janji pada kedalaman nuraniakan ikut menyatu kegalauan kasih dalam deritameski kekuatan malam hendak meragas
by : nay

Adakah orang akan bertanya akan aku ketika akutak pernah menulis satu kata?Adakah orang akan mencari namaku ketika akutak pernah meninggalkan kesan?tulisanku adalah diriku, diriku mustahil adalah tulisankujari-jariku bekerja dengan otakkutapi tidak dengan dirikudiriku adalah kumpulan prilaku potensi dosadiriku adalah susunan tulang daging darahyang mungkin telah menyerap barang haramdiriku bukan milikku, lingkunganku telah mengklaimnyaAdakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulissebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormatiingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisankuharap aku bisa mendapat sapaan hormat yang samaTulisanku adalah produksi otakku yang bersahajatak dapat bercengkrama dengan prilakuku yangdiproduksi oleh niatku yang subjektiftulisanku memberi tahu tentang aku ke duniasementara aku tak pernah berbuat yang samakepada tulisanku....

Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu saat kau membacakan baris-baris kasih sayang kepada buah hatimu Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu
Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah merasuki tulang-tulang tuamu.
Adakah aku akan melihat orang tuaku sebahagia lantunan nyanyian hatimu yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia? aku merenung menggores bayangan butiran air matamu yang terdorong keluar oleh kebahagiaan aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku yang tak sanggup menahan keharuan menuntut jalan keluar, mungkin hendak berteman dengan air matamu

menangislah...semoga basah air matasederas hujan tadi malamketika kita membasuh luka dengan terbatadi bawah gigil dedaunanlarutkan saja..larutkan kesedihan kitadukamu akan luka ku
aku hendak berkemasmenuju jauh pengembaraanpatahan doa yang bermalam engkau jejalkanrasanya cukup untuk kuhirup sebagai bekalmeski aku belum lagi mengertisecuram apa pendakian harus kulalui
aku tak ingin menyerahtak hendak mengaku kalahini jelma pemahamanakan akhir perjalanan
tentu perempuankutentu aku rindupada tasbih yang terlafadzkanpada ayat-ayat yang terlantunkanpada sujud yang tak letih kita lengkungkan
semuda ini kebersamaanitu saja yang aku ratapibetapa pada berpuluh malamkerap nafasmu terabaikankini..ketika takdir tak lagi banyak memberi waktutak ada lagi sisa mimpiuntuk kurupa sebagai janji
aku menuju hilangtak ada yang bisa ku wariskanselain kenang tak sempurnaakan malam-malam sederhana